Home > Manajemen Bisnis > Pengertian, Fungsi, Dan Unsur Biaya di dalam Manajemen Persediaan

Pengertian, Fungsi, Dan Unsur Biaya di dalam Manajemen Persediaan

Pengertian,-Fungsi,-Dan-Unsur-Biaya-di-dalam-Manajemen-Persediaan

Apa yang dimaksud dengan Persediaan?

Jawaban:

Pengertian Persediaan adalah bahan atau barang yang disimpan yang akan digunakan untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya untuk digunakan dalam proses produksi atau perakitan, untuk dijual kembali, atau untuk suku cadang dari peralatan atau mesin. Persediaan dapat berupa bahan mentah, bahan pembantu, barang dalam proses, barang jadi ataupun suku cadang.

Sebagai salah satu asset penting dalam bisnis – karena biasanya mempunyai nilai yang cukup besar serta mempunyai pengaruh terhadap besar kecilnya biaya operasi – perencanaan dan pengendalian persediaan merupakan salah satu kegiatan penting untuk mendapat perhatian khusus dari manajemen perusahaan.

Kenapa Penting ada Manajemen Persediaan didalam Bisnis?

Jawaban:

Manajemen Persediaan Penting Karena memiliki Beberapa fungsi penting dalam memenuhi kebutuhan didalam bisnis, yaitu :

    1. Menghilangkan resiko keterlambatan pengiriman bahan baku atau barang yang dibutuhkan perusahaan.
    2. Menghilangkan resiko jika material yang dipesan tidak baik sehingga harus dikembalikan.
    3. Menghilangkan resiko terhadap kenaikan harga barang secara musiman atau inflasi
    4. Untuk menyimpan bahan baku yang dihasilkan secara musiman sehingga perusahaan tidak akan kesulitan jika bahan itu tidak tersedia di pasaran.

Bagaimana cara Mengklafikasikan persediaan Berdasarkan nilai Persediaan?

Jawaban:

Pengendalian persediaan dapat dilakukan dalam berbagai cara, antara lain dengan menggunakan analisis nilai persediaan. Dalam analisis ini, persediaan dibedakan berdasarkan nilai investasi yang terpakai dalam satu periode. Biasanya, persediaan dibedakan dalam tiga kelas, yaitu A, B, dan C berdasarkan atas nilai persediaan. Yang dimaksud dengan nilai dalam klasifikasi ABC bukan harga persediaan per unit, melainkan volume persediaan yang dibutuhkan dalam satu periode (biasanya satu tahun) dikalikan dengan harga per unit.

Kriteria masing-masing kelas dalam klasifikasi ABC, sebagai berikut :

  1. Kelas A – Persediaan yang memiliki volume tahunan rupiah yang tinggi. Kelas ini mewakili sekitar 70% dari total persediaan, meskipun jumlahnya hanya sedikit, biasa hanya 20% dari seluruh item. Persediaan yang termasuk dalam kelas ini memerlukan perhatian yang tinggi dalam pengadaannya karena dalam kelas ini memerlukan perhatian tinggi dalam pengadaannya karena berdampak biaya yang tinggi. Pengawasan harus dilakukan secara intensif.
  2. Kelas B – Persediaan dengan nilai volume tahunan rupiah yang menengah. Kelompok ini mewakili sekitar 20% dari total nilai persediaan tahunan, dan sekitar 30% dari jumlah item. Di sini diperlukan teknik pengendalian yang moderat.
  3. Kelas C – Barang yang nilai volume tahunan rupiahnya rendah, yang mewakili sekitar 10% dari total nilai persediaan, tetapi terdiri dari sekitar 50% dari jumlah item persediaan. Di sini diperlukan teknik pengendalian yang sederhana, pengendalian hanya dilakukan sesekali saja.

Nilai persentase di atas tidak mutlak, namun tergantung dari kebijakan perusahaan. Demikian pula jumlah kelas, tidakterbatas pada tiga kelas, tetapi dapat dilakukan untuk lebih dari tiga kelas atau kurang.

Contoh 1 :

Suatu perusahaan dalam proses produksinya menggunakan 10 item bahan baku. Kebutuhan persediaan selama satu tahun dan harga bahan baku per unit seperti dalam tabel berikut :

Tabel 1. Data Item Persediaan

 

Item Kebutuhan (unit/tahun) Harga (rupiah/unit)
H – 101

H – 102

H – 103

H – 104

H – 105

H – 106

H – 107

H – 108

H – 109

H – 110

  800

3.000

600

800

1.000

2.400

1.800

780

780

1.000

     600

100

2.200

550

1.500

250

2.500

1.500

12.200

200

Untuk membagi kesepuluh jenis persediaan tesebut dalam tiga kelas A, B, C dapat dilakukan sebagai berikut :

Tabel 2 Klasifikasi ABC dalam Persediaan

Item Volume tahunan (unit) Harga per unit

(rupiah)

Volume tahunan (ribu rp) Nilai kumulatif (ribu rp) Nilai kumulatif (persen) Kelas
1 2 3 4 5 6 7
H – 109

H – 107

H – 105

H – 103

H – 108

H – 106

H – 101

H – 104

H – 102

H – 110

   780

1.800

1.000

600

780

2.400

800

800

3.000

1.000

12.200

2.500

1.500

2.200

1.500

250

600

550

100

200

9.516

4.500

1.500

1.320

1.170

600

480

440

300

200

9.516

14.016

15.516

16.836

18.006

18.606

19.086

19.526

19.826

20.026

47,5

70,0

77,5

84,1

89,9

92,9

95,3

97,5

99,0

100,0

A

A

B

B

B

C

C

C

C

C

Berdasarkan perhitungan di atas, dapat diketahui bahwa :

    1. Kelas A memiliki volume tahunan rupiah sebesar 70,0% dari total persediaan, yang terdiri dari 2 item (20%), yaitu item H-109 dan H-107.
    2. Kelas B memiliki nilai volume tahunan rupiah sebesar 19,9% dari total persediaan, yang terdiri dari item 3 (30%) persediaan.
    3. Kelas C memiliki nilai volume tahuna rupiah sebesar 10,1% dari total persediaan, yang terdiri dari 5 item (50%) persediaan

Apa saja biaya biaya di dalam Persediaan?

Jawaban:

Unsur-unsur biaya yang terdapat dalam persediaan dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu :

1.Biaya Pemesanan

Biaya pemesanan (ordering cost, procurement costs) adalah biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan kegiatan pemesanan bahan/barang, sejak dari penempatan pemesanan sampai tersedianya barang di gudang. Biaya pemesanan ini meliputi semua biaya administrasi dan penempatan order, biaya pemilihan vendor/pemasok, biaya pengangkutan dan bongkar muat, biaya penerimaan dan pemeriksaan barang

2.Biaya Penyimpanan

Biaya penyimpanan (carrying costs, holding costs) adalah biaya yang dikeluarkan berkenaan dengan diadakannya persediaan barang. Yang termasuk biaya ini, antara lain biaya sewa gudang, biaya administrasi pergudangan, gaji pelaksana pergudangan, biaya listrik, biaya modal yang tertanam dalam persediaan, biaya asuransi ataupun biaya kerusakan, kehilangan atau penyusutan barang selama penyimpanan.

3.Biaya Kekurangan Persediaan

Biaya kekurangan persediaan (shortage costs, stockout costs) adalah biaya yang timbul sebagai akibat tidak tersedianya barang pada waktu diperlukan. Biaya kekurangan persediaan ini pada dasarnya bukan biaya nyata (riil), melainkan berupa biaya kehilangan kesempatan. Dalam perusahaan manufaktur, biaya ini merupakan biaya kesempatan yang timbul misalnya karena terhentinya proses produksi sebagai akibat tidak adanya bahan yang diproses, yang antara lain meliputi biaya kehilangan waktu produksi bagi mesin dan karyawan.

Biaya kekurangan persediaan sulit untuk diukur dan sering hanya diperkirakan besarnya secara subyektif. Namun, tidak berarti biaya kekurangan persediaan itu tidak bias dihitung. Tabel 3 berikut ini merupakan suatu contoh bagaimana menghitung biaya kekurangan persediaan. Pendekatan yang dilakukan dengan mencari rata-rata kerugian yang timbul akibat tidak tersedianya persediaan dan probabilitas terjadinya untuk setiap kasus

Tabel 3 Contoh Perhitungan Biaya Kekurangan Persediaan

Kasus Jumlah observasi Probabilitas Kerugian (Rp/kasus) Rata-rata biaya (Rp)
Tertundanya penjualan

Kehilangan penjualan

Kehilangan pelanggan

50

130

20

0,25

0,65

0,10

0

500

20.000

0

325

2.000

Jumlah 200 1,00 2.325

 

Leave a Reply

%d bloggers like this: